travel gampang umroh 30

Miqot secara harfiah berarti garis batas atau starting point, yaitu kapan mulai melafazkan niat untuk memasuki batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci, semua jamaah harus dan wajib berpakaian khusus Ihram dan “mengetuk(salam)” pintu di perbatasan Miqat yang dihuni oleh penghuni-penghuni surga dengan mengucapkan Talbiah. Miqat dibedakan atas dua macam yaitu Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makani (batas letak tanah).

 

  1. 1.       MIQAT ZAMANI

Miqat Zamani disebut oleh Al Quran dalam surat (Al-Baqarah Ayat 189 dan 197).

Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi Jama’ah Haji. Ayat ke-Dua menegaskan bahwa yang dimaksud dengan Bulan-Bulan Haji atau waktu Haji adalah beberapa bulan tertentu. Ulama sepakat, bulan yang dimaksud ialah bulan Syawal, Dzulkaidah, dan Dzulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 Syawal s/d 10 Dzulhijah, yang jumlah hari keseluruhannya adalah 69 hari.

  1. 2.       MIQAT MAKANI

Didasarkan peta atau batas tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian “Ihram” untuk melintas batas Tanah Haram alias Tanah Suci dan berniat hendak melakukan Ibadah Haji atau Umrah. Miqat Makani antara lain terletak di :

  • BIER ALI (disebut Dzulhulayfah), letaknya sekitar 20 km dari Mekkah, 450 km miqatdari Madinah merupakan Miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.
  • AL-JUHFAH, suatu tempat yang terletak antara Mekkah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekkah, merupakan Miqat bagi Jama’ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri-ciri Al-Zuhfah, Miqat ini diganti dengan Miqat lainnya, yakni Rabigh, yang berjarak 104 km dari Mekkah.
  • YALAMLAM, sebuah bukit 45 km di sebelah Selatan Mekkah, merupakan Miqat bagi orang yang datang dari arah Yaman dan Mekkah.
  • QARNUL MANAZIL, sebuah bukit di sebelah timur 95 km dari dan searanh dengannya.
  • ZATU IRQIN, suatu tempat Miqat yang terletak di sebelah Utara, Mekkah, berjarak 95 km dari Mekkah, merupakan Miqat bagi penduduk Iraq dan searah.

Sebuah Miqat berlaku bagi orang-orang yang berdomisili di daerah itu dan orang lain yang dalam perjalanannya ke Mekkah melalui tempat itu. Orang-orang yang perjalanannya menuju Mekkah tetapi tidak melewati satu pun Miqat itu, seperti Melayu (Indonesia, Brunai Darussalam dan Malaysia), berihram di tempat yang jaraknya dari Mekkah sekitar 2 Marhalah (±95 km) yaitu di Qarnul Manazil.

Anda mungkin juga menyukai:

%d blogger menyukai ini: