Umroh adalah berkunjung ke Ka’bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim).

Haji secara bahasa adalah bermaksud atau menuju. Sedangkan secara syara’ adalah bermaksud untuk pergi ke Baitullah dan tempat-tempat khusus lainnya guna melaksanakan beberapa amalan tertentu seperti thawaf dan wukuf diArafah.Tempat-tempat khusus yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka’bah dan Mas’a (tempat sa’i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).

Pada dasarnya melaksanakan ibadah haji dan umroh adalah kewajiban seluruh umat muslim seluruhdunia, Begitu ada tanda tanda panggilan untuk menunaikan ibadah haji dan umroh bersegeralah, tinggalkan urusan dunia untuk sementara. Hanya saja karena biaya yang relatif banyak maka Allah memberikan keringanan : Ibadah haji diwajibkan hanya “buat orang orang yang mampu” Baik mampu secara rohani dan jasmani maupun ekonomi, Sebagaimana firman Allah ( Surat Ali Imran 97 ) Artinya :

Di Baitullah ini terdapat bukti bukti sejarah yang menyakinkan, diantaranya tempat peribadatan Ibrahim, dan barang siapa yang masuk kesana ia aman

KLIK DISINI UNTUK MELIHAT HARGA UMROH AGA WISATA

Umroh Januari 2016, Umroh Februari 2016, Umroh Maret 2016, Umroh April 2016, Umroh Mei 2016, Umroh Juni 2016, Umroh Juli 2016, Umroh Ramadhan 2016, Umroh Liburan Sekolah 2016, Umroh Plus Turki 2016, Umroh Plus Eropa 2016.

Menunaikan Ibadah haji berarti melaksanakan rukun islam ke lima yangt merupakan cita cita semua orang beriman seluruh dunia. Bagi yang beruntung menndapat kesempatan menunaikan ibadah haji dan umroh manfaatkan peluang itu sebaik baiknya karena tidak semua orang muslim dapat meraihnya meskipun orang kaya sekalipun jika belum dapat hidayah menunaikan haji dan umroh atau belum dipanggil sebagai tamu Allah. Dan lebih dari itu hendaklah ia sudah menjalakan dan mengamalkan rukun rukun islam yang lainnya yaitu Syahadat, Sholat, Puasa dan Zakat. Bukan sekedadar telah melaksankan tetapi sedapat mungkin telah melakukan dan mengamalkan dengan baik dan benar.

Rosulullah telah mengingatkan tentang kemungkinan itu dalam salah satu Haidst beliau yang diriwayatkan oleh banyak perawi

Bagi siapa yang ngin berhaji, hendaklah disegerakannya, karena kemungkinan tertunda karena jatuh sakit, hilang kendaran atau kebentur hajat lainnya

Jadikanlah perjalanan haji dan umroh ini sebagai perjalanan rohani yang berharga, penuh ampunan dan rahmat Allah SWT agar perjalanan dan pengalaman spiritual ini mudah dilakukan serta dijauhi nya dari kesulitan dan rintangan.

HIKMAH IBADAH HAJI DAN UMRAH
Banyak hikmah yang dapat dipetik setelah melaksanakan umroh jika dilaksanakan dengann baik dan benar. Di dunia, akan hidup lebih religius, lebih peduli kepada sesame dan dermawan. Rejeki yang diberikan Allah Swt padanya akan dimanfaatkan dengan baik dan digunakan untuk kepentingan sosial yang terarah dengan baik dan benar. Di akhirat, dia akan mendapat ganjaran surga dari Allah SWT.
Diantara hikmah yang akan diperoleh adalah sebagai berikut:
a. Merupakan rihlah muqaddasah (perjalanan suci) sehingga seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam umroh merupakan ibadah yang akan mendapat pahala dan ridho Allah SWT.
b. Sebagai syi’ar untuk menyucikan dan membesarkan nama Allah seperti yang tercantum dalam kalimat talbiyyah.
c. Sebagai sarana agar manusia lebih mengintrospeksi dirinya sendiri.
d. Mencitrakan diri sebagai hamba Allah SWT yang patuh dan taat pada segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

Terdapat juga hikmah-hikmah yang lain, sebagai berikut:
a. Hikmah pakaian ihram: lebih menonjolkan kesederhanaan diri, kesucian hati dan jiwa (dimana warna putih sangat dianjurkan), rendah hati, dan tidak ada unsur sombong serta berlebihan.
b. Hikmah thawaf: dalam thawaf kegiatan berputar yang melambangkan perputaran alam semesta, juga jumlah putaran sebanyak ‘tujuh’ yang melambangkan bilangan 7 hari, 7 lapis langit dan bumi, dan 7 lapis surga dan neraka. Ka’bah sebagai pusat thawaf adalah miniatur bangunan suci Baitul Maqdis yang ada di atas langit dengan dikelilingi puluhan ribu malaikat (sebagian riwayat menyebutkan 70.000 malaikat) yang berthawaf setiap harinya.
c. Hikmah wuquf di Arafah: perenungan diri atas segala amal perbuatan manusia, miniatur digiringnya manusia di padang mahsyar dengan amalan yang dilakukan ketika di dunia, keinsyafan sebagai hamba Allah yang penuh dosa       hingga harus dibersihkan, dan sebagai simbol pembebasan manusia.
d. Hikmah sa’i: lambang kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Jama’ah haji diingatkan perjuangan Siti Hajar (istri nabi Ibrahim as) ketika mencari air dengan berlari antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali.
e. Melempar jamrah: simbol penentangan manusia terhadap setan. Melempar jamrah (kerikil) adalah simbol yang di dalamnya mengingatkan manusia untuk melempar (nafsu setan) sejauh-jauhnya dari jiwa mereka.

Dalam hati setiap Muslim yang taat sudah dapat di pastikan merindukan tanah Haram. Baik Makkah maupun Madinah, kerinduan ini muncul dari ruhiyah atau hubungan yang kuat antara pribadi seorang muslim dengan Sang Pencipta. Hubungan tanpa hijap (tirai) ini merupakan sebuah proses yang dilakukan secara berkala dan istiqomah.

Aktifitas untuk menjaga intensitas hubungan antara manusia dan sang Pencipta saat di tanah Haram sendiri, adalah aktifitas Haji dan Umrah. Haji dan umrah biasa dilakukan umat Muslim seluruh dunia. Berbeda dengan ibadah Haji yang dilakukan selama 1 tahun sekali pada bulan dzulhijah, Ibadah Umrah dapat dilaksanakan setiap saat,

Dan berikut saya paparkan keutamaan-keutamaan Ibadah Umrah :
1. Umroh adalah Jihad.
Aisyah berkata :artinya :

”Wahai Rasulllah, apakah benar seorang perempuan juga wajib melaksanakan Jihad?” beliau SAW menjawab, “ia dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan Ibadah Haji dan Umrah” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani)

2. Menghapus dosa diantara dua umroh
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Bahwa Rasulallah SAW bersabda :

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.
Dari Abdullah, Rasulallah SAW bersabda :

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Ibadah haji dan umrah telah di contohkan oleh Rasulullah SAW, dan menjadi rangkaian ibadah pelengkap dan penyempurna ke Islaman seseorang. oleh karna itu ibadah Haji dan Umrah merupakan ibadah yang istimewa bagi umat islam.
Semoga Allah dapat mempermudah kita semua dalam menjalankan ibadah haji dan Umroh. Amin.

Ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari pelaksanaan haji dan umrah, baik dari aspek waktu maupun pelaksanaannya. Di antara hikmah-hikmahnya adalah sebagai berikut :
1.      Dalam pelaksanaan ihram, manusia dilatih untuk dapat mengendalikan hawa nafsu, khususnya syahwat, perbuatan-perbuatan dosa, dan hal-hal yang menyenangkan dirinya (hedonis).
2.      Dalam pelaksanaan thawaf, ka’bah merupakan simbol monoteisme (tauhid). Melakukan thawaf disekeliling ka’bah merupakan simbol bahwa segala usaha kegiatan hidup manusia didunia ini tidak akan pernah lepas dari pengawasan dan kekuasaan Allah. Dengan dzikir ketika thawaf yang disertai penghayatan yang mendalam, diharapkan akan tertanam dalam jiwa orang yang membacanya kesadaran bahwa manusia itu sangat lemah. Di sini orang akan menganggap bahwa manusia tidak layak berlaku sombong dan angkuh.
3.      Ibadah sa’i antara Shafa dan Marwah mengingatkan sejarah perjuangan Siti Hajar ketika mencari air. Ini mengisyaratkan bahwa orang yang haji diharapkan memiliki etos kerja tinggi, tidak boleh berpangku tangan, mengharap rezeki datang dari langit.
4.      Wukuf diarafah bisa disebut sebagai malam perenungan. Arafah sendiri berarti pengalaman. Maksudnya, orang yang melakukan haji dan umrah diharapkan dapat mengenal jati dirinya, menyadari segala kesalahannya dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
5.      Melempar jumrah terkait erat dengan kisah ibrahim ketika melempar setan. Hal ini dimaksudkan agar orang yang melakukan haji dan umrah memiliki tekad dan semangat untuk tidak terbujuk rayuan setan yang merusak dunia ini.
6.      Bermalam di mina dan muzdalifah dan diistilahkan malam istirahat dari rangkaian ibadah haji. Disini orang dapat memulihkan kondisi yang sangat lelah. Ini sebagai isyarat bahwa manusia memerlukan waktu istirahat dalam hidup ; tidak selamanya bekerja  sampai tidak ingat menjaga kondisi badan.
7.      Dalam tahallul terkadang ajaran agar manusia mampu mengendalikan sifat pembawaannya. Tahallul diibaratkan sebagai lampu hijau yang mengisyaratkan kendaraan boleh berjalan kembali setelah untuk sementara diharuskan berhenti.
8.      Khusus untuk ibadah umrah, ibadah ini memberi kesempatan yang sangat leluasa kepada kaum muslimin untuk mengunjungi ka’bah karena waktunya tidak ditentukan. (Materi Pendidikan agama islam, 2001 : 115-116)

SUNNAH, LARANGAN DAN DAM
Sunnah haji :

a.       Diantara sunnah haji ialah haji ifrad
Haji ifrad artinya : terpisah, yaitu cara melakukan ibadah haji secara terpisah dari ibadah umrah dengan mendahulukan ibadah haji.
b.      Membaca talbiyah dengan suara yang keras bagi laki-laki, sedangkan bagi wanita sekadar dapat didengar sendiri. Sunnah membaca talbiyah selama ihram sampai melempar jumroh aqabah pada hari nahar (hari raya).
Bacaan talbiyah :

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
(HR. Bukhari dan Muslim)

c.       Berdo’a sesudah membaca talbiyah, meminta keridhoan Allah, surga dan meminta perlindungan dari siksa neraka.
d.      Membaca dzikir waktu thawaf.
e.       Shalat dua rakaat setelah mengerjakan thawaf.
f.       Memasuki ka’bah (rumah suci).

Larangan dalam haji/umroh

Beberapa larangan dalam haji yaitu :
a.       Bersetubuh, bermesra-mesraan, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam haji.
b.      Dilarang menikah dan menikahkan (menjadi wali).
c.       Dilarang memakai pakaian yang di jahit, harum-haruman (minyak wangi), memakai kain yang di celup, menutup kepala, memakai sepatu yang menutup mata kaki. Adapun kaum wanita, mereka boleh memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya, kecuali dan kedua telapak tangannya. Yang haram bagi mereka bagi mereka hanya kaos tangan dan pakaina yang telah di celup dengan celupan yang berbau harum.
d.      Perempuan dilarang menutup muka dan kedua telapak tangan.
e.       Dilarang menghilangkan rambut dan bulu badan, memotong kuku selama haji, kecuali sakit tetapi wajib membayar dam.
f.       Dilarang berburu atau membunuh binatang liar yang halal di makan.

Dam

Jenis-jenis Dam yaitu :
a.       Dam (denda) karena memilih tamattu’ atau qiran. Dendanya ialah : menyembelih seekor kambing (qurban), dan bila tidak dapat menyembelih kurban, maka wajib puasa tiga hari pada masa haji dan tujuh hari setelah pulang ke negerinya masing-masing.
b.      Dam (denda) meninggalkan ihram dari miqatnya, tidak melempar jumrah, tidak bermalam di muzdalifah dan mina, meninggalkan tawaf wada’, terlambat wukuf di arafah, dendanya ialah memotong seekor kambing kurban.
c.       Dam (denda) karena bersetubuh sebelum tahallul  pertama, yang membatalkan haji dan umrah. Dendanya menurut sebagian ulama ialah menyembelih seekor unta, kalau tidak sanggup maka seekor sapi, kalau tidak sanggup juga, maka dengan makanan seharga unta yang di sedekahkan kepada fakir miskin di tanah haram, atau puasa sehari untuk tiap-tiap seperempat gantang makanan dari harga unta tersebut.
d.      Dam (denda) karena mengerjakan hal-hal yang di larang selagi ihram, yaitu bercukur, memotong kuku, berminyak, berpakaian yang di jahit, bersetubuh setelah tahallul pertama. Dendanya boleh memilih diantara tiga, yaitu menyembelih seekor kambing, kerbau, puasa tiga hari atau sedekah makanan untuk 6 orang miskin sebanyak 3 sha’ (kurang lenih 9,5 liter).
e.       Orang yang membunuh binatang buruan wajib membayar denda dengan ternak yang sama dengan ternak yang ia bunuh.
f.        Dam sebab terlambat sehingga tidak bisa meneruskan ibadah haji atau umrah, baik terhalang di tanah suci atau tanah halal, maka bayarlah dam (denda) menyembelih seekor kambing dan berniatlah tahallul (menghalalkan yang haram) dan bercukur di tempat terlambat itu. (Fiqih Ibadah, 1998 : 50-57 )

Anda mungkin juga menyukai:

%d blogger menyukai ini: